Pengertian Kanker Darah

Kanker darah atau dalam istilah medis leukemia yaitu suatu penyakit yang menyerang sel-sel dalam tubuh dan dapat membentuk sel darah dalam sumsum tulang. Dalam kondisi normal, sel darah putih berkembang secara teratur di dalam tubuh untuk memberantas infeksi yang muncul.

Namun berbeda dengan pengidap kanker darah. Sumsum tulang akan memproduksi sel darah yang abnormal tapi tidak berfungsi dengan baik dan berlebihan. jumlah yang berlebihan akan berakibat penumpukan di dalam sumsum tulang dan sel-sel darah dalam tubuh yang sehat pun berkurang.


Leukimia adalah keganasan sel darah yang berawal dari sumsum tulang, oleh proliferasi sel-sel darah putih, dengan manifestasi penambahan sel-sel abnormal dalam darah tepi. berdasarkan data menurut National Academy Of Sciences, lebih dari 100.000 bayi terlahir dengan keadaan dan kondisi yang berat dari leukemia. Jumlah penderita di indonesia tahun 2008 mencapai 20.000 penderita dari jumlah 200 juta penduduk di indonesia.

Leukimia limfosifik akut atau disebut juga ALL merupakan leukimia yang lazim dan sering di jumpai pada anak, insiden tertinggi terdapat di usia 3-7 tahun. Leukimia akut di tandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Jika tidak segera di obati maka penderita teracam meninggal dunia dalam hitungan minggu atau hari saja. Sedangkan leukimia kronis berbeda dengan leukimia akut, perjalanan penyakitnya tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, bisa lebih dari 1 tahun bahkan bisa juga mecapai 5 tahun.

Penderita leukimia pada anak ditandai dengan gejala seperti demam atau keringat malam, merasa capai atau lemah, pucat, sakit kepala, mudah berdarah. misalnya gusi mudah berdarah saat sikat gigi.

Penyebab, Gejala dan Jenis-jenis Kanker Darah

iklanalt=

Berdasarkan kecepatan perkembangannya, kanker darah dapat dikelompokkan menjadi akut dan kronis.

Kanker akut berkembang dengan cepat dan mengakibatkan penambahan jumlah sel darah putih yang abnormal pesat dan penyebarannya ke dalam aliran darah. kanker ini harus segera di tangani.

Sementara itu, kanker kronis berkembang secara perlahan dan dalam jangka panjang. Gejalanya cenderung tidak segera dirasakan sehingga baru terdiagnosa setelah bertahun-tahun. sel darah putih seharusnya sudah mati akan tetapi hidup dan menumpuk dalam aliran darahm sumsum tulangan, dan organ lain yang terikat.

Kanker darah dapat dikategorikan menurut jenis sel darah putih yang diserang. Kanker darah yang menyerang sel limfa dikenal dengan leukimia limfotik dan yang menyerang sel mieloid disebut mielogen.

Leukimia limfotik akut atau acute lymphocytic leukimia ( ALL )

ALL dapat menghambat fungsi limfosit sehingga pengidapnya mengalami infeksi yang serius. kanker ini biasanya diidap anak-anak, tapi bisa juga menyerang orang dewasa.

Leukimia mielogen akut atau acute myelogenous leukimia ( AML )

Jenis kanker ini umumnya menyerang orang dewasa. Tetapi juga bisa diidap anak-anak serta remaja. Kanker ini akan membentuk sel mieloid yang tidak sempurna dan dapat menyumbat pembuluh darah.

Leukimia limfotik kronis atau chronic lymphocytic leukimia ( CLL )

Jenis kanker ini hanya dialami orang dewasa. CLL umumnya baru terdeteksi pada stadium lanjut karena pasien tidak merasakan gejala-gejalanya untuk waktu lama.

Leukimia mielogen kronis atau chronic myelogenous leukimia ( CML )

CML memiliki dua tahap. Pada tahap pertama, sel abnormal akan berkembang secara perlahan. Lalu saat memasuki tahap kedua, jumlah sel abnormal akan bertambah dengan pesat sehingga kondisi pasien menurum drastis.

Secara umum, kanker darah terjadi akibat produksi sel darah putih yang terlalu cepat sehingga banyak sel yang belum terbentuk secara sempurna dan akhirnya kekebalan tubuh tidak berfungsi secara baik bagi penderitanya.

Penyebab dan gejala kanker darah

Setiap orang pasti memiliki risiko yang sama dengan rentannya terserang penyakit tak terkecuali kanker darah atau istilah medis disebut leukimia. Kanker merupakan jenis penyakit yang ganas dan penyerangan penyakit kanker umumnya tidak diketahui, tapi ketika penyakit kanker mulai memasuki stadium lanjut akan menunjukan gejala dengan ciri mulai dirasakan oleh tubuh.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Darah

Penyebab dasar kanker darah belum diketahui secara pasti. Tapi terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker. Faktor pemicu kanker darah tersebut meliputi :

1. Faktor keturunan. Jika anggota keluarga memiliki kanker darah atau mengidapnya, resiko Anda unutk terkena kanker yang sama akan meningkat.
2. Kelainan genetik.
3. Pernah menjalani pengobatan kanker. Pengobatan yang pernah dijalani seperti kemoterapi atau radioterapi tertentu dapat memicu kanker darah.
4. Pengaruh kelainan darah yang diderita.
5. Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. Seperti orang terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir.
6. Merokok. Rokok juga dapat meningkatkan risiko kanker darah, tetapi rokok juga dapat dapat memicu berbagai penyakit lain.

Gejala-gejala Kanker Darah

Gejala-gejala yang umum atau yang perlu kita waspadai, seperti : Lemas atau kelelahan yang berkelanjutan.


-Demam.
-Menggigil.
-Sakit kepala.
-Muntah-muntah.
-Keringat berlebihan, terutama pada malam hari.
-Nyeri pada tulang atau sendi.
-Mudah berdarah ( mimisan ).
-Muncul bintik-bintik merah dikulit.

Berikut ini beberapa metode pengobatan yang umum dianjurkan untuk menangani kanker darah.

-Kemoterapi untuk membunuh sel kanker
-Radioterapi untuk menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel kanker
-Terapi terfokus untuk menyerang bangian rentan dalam sel kanker
-Terapi biologis membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel kanker
-Transplantasi sel induk atau stem cell. Pengganti sumsum tulang yang sudah rusak dengan sel sehat. Sel induk bisa digunakan dari tubuh Anda sendiri atau tubuh orang lain sebagai pendonor. Kemoterapi atau radioterapi adalah langkah persiapan sebelum menjalani prosedur transplantasi ini.