Kanker Kolorektal - Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Kanker kolorektal merupakan kanker yang tumbuh pada usus besar. Kanker ini biasanya berawal dari polip yang tumbuh pada dinding permukaan usus besar serta rektum. Polip ataupun jaringan yang tumbuh ini biasanya jinak serta tidak menyebabkan gangguan apapun. Tetapi meskipun begitu, ada pula yang menjadi ganas, terutama yang sudah ada pada usus selama 5 sampai 15 tahun.

iklanalt=

Di Negara barat, kanker usus besar (kolon) dan rektum (kanker kolorektal) merupakan salah satu kanker no 2 yang paling sering terjadi dan kanker penyebab kematian. Biasanya kanker kolorekteral meningkat pada usia 40 tahun dan puncaknya pada usia 60 sampai 70 tahun. Kanker usus besar (kanker kolon) biasanya sering terjadi pada wanita, sedangkan kanker rektum lebih sering terjadi pada pria.

Sekitar 5% orang yang mengalami gejala kanker kolon atau kanker rektum memiliki lebih dari satu kanker kolorektum pada waktu yang bersamaan. Kanker kolon biasanya diawali dengan gejala pembengkakan seperti kancing pada permukaan lapisan usus atau pada polip. Lalu kanker mulai memasuki dinding usus. Kelenjar getah bening yang berada di sekitarnya juga akan terkena, karena darah dari dinding usus dibawa ke hati, kanker kolon biasa menyebar ke hati setelah menyebar ke kelenjar getah bening disekitarnya.

Diagnosis Kanker Kolorektal

Pemeriksaan kondisi fisik (biasanya pengecekan pada rektum) dan mempertanyakan gejala adalah langkah pertama dalam diagnosis kanker. Riwayat kesehatan pasien dan keluarganya akan dipertimbangkan. Bila diagnosis pertama kurang jelas, dokter juga akan mengadakan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis. Diantaranya adalah:

Kolonoskopi, merupakan perubahan kondisi pada bagian rektum dan usus besar. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan slang panjang yang sangat fleksibel dan dilengkapi lampu pada ujung melewati anus. Pemeriksaan ini bisa juga disertai pemeriksaan flexible sigmoidescopy yang menggunakan slang pendek, CT colonography memakai sinar X berfungsi untuk mengambil gambar serial yang jelas dari dinding usus, dan barium enema yang alirannya diawasi dengan sinar X.

-Biopsi atau pengambilan sampel jaringan pada sel-sel abnormal supaya dapat diperiksa di laboratorium. Biopsi dilakukan untuk memastikan diagnosis.

-USG, rontgen, CT dan MRI scan berfungsi sebagai alat pemantau penyebaran kanker dan menentukan perkembangan dan tingkat penyebaran kanker.

Selain untuk diagnosis, metode pemeriksaan itu juga bisa dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan tingkat penyebaran kanker.

Ciri-Ciri Kanker Kolorektal

Kanker Kolorektal

Kita harus mengetahui apa saja ciri-ciri gejala kanker Kolorektal (Kanker Usus Besar) sejauh yang kita perhatikan, karena kanker jauh lebih baik jika cepat diketahui dan cepat diobati.
Ini adalah tanda-tanda dan gejala yang dapat disebabkan oleh kanker rektum atau kondisi lain. Periksa dengan dokter jika anda mengalami hal-hal berikut:

-Buang air besar berdarah
-Darah (Baik merah terang ataupun merah gelap/sangat gelap)
-Perubahan kebiasaan buang air besar (BAB)
-Diare
-Sembelit
-Merasa usus sepenuhnya tidak kosong
-Kotoran yang sempit atau memiliki bentuk yang berbeda dari biasanya.
-Perut merasa tidak nyaman (Kembung, kepenuhan, kram, atau nyeri gas sering)
-Perubahan pada nafsu makan
-Berat badan tanpa alasan yang tidak diketahui
-Merasa sangat lelah dan lemas.

Berhubung usus besar adalah bagian organ penting dalam organ pencernaan, maka gejala gangguan pencernaan seperti di atas yang dominan. Dan karena ini merupakan kanker, maka gejala umum dari kanker juga bisa muncul seperti kelemahan atau kelelahan dan penurunan berat badan yng drastis tanpa diketahui sebab yang jelas. Sayangnya, kebanyakan orang dengan kanker usus besar tidak mengalami gejala apapun atau tidak merasakan gejala apapaun pada tahap pertama penyakit ini. Ketika gejala kanker usus besar muncul, stadium kanker mungkin akan bervariasi, tergantung pada ukuran dan lokasinya.

Penyebab dan Gejala Kanker Kolorektal

Tumbuhnya sel-sel secara abnormal adalah sumber dari semua kanker, termasuk kanker kolorektal. Namun hingga saat ini, penyebab perkembanganbiakan sel-sel abnormal yang tidak terkendali itu belum bisa diketahui secara pasti. Para pakar memprediksi adanya beberapa faktor yang dapat memicu pertumbuhan kanker Faktor-faktor tersebut adalah:

- Pengaruh usia. Risiko kanker bisa meningkan seiring bertambahnya usia manusia. Kanker biasanya diidap oleh 9 dari 10 orang yang berusia 50 tahun atau lebih.
- Faktor keturunan. Orang yang memiliki keluarga yang sedang menderita kanker atau polip kolorektal memiliki risiko yang tinggi untuk menderita kanker.
- Pengaruh gaya hidup, diantaranya yaitu: kurangnya berolahraga, kurang asupan serat, mengkonsumsi minuman keras, berlebihannya berat badan, obesitas dan merokok.
- Mengidap penyakit Crohn dan kolitis ulseratif lebih dari 9 tahun.

Makanan merupakan peranan penting dalam risiko kanker kolon, tetapi bagaimana caranya, tidak diketahui. Di seluruh dunia, orang yang berisiko tinggi adalah orang yang tinggal di daerah perkotaan dan mengkonsumsi makanan khas orang-orang barat yang kaya. Makanan itu rendah serat dan tinggi protein hewan, lemak dan karbohidrat. resiko agak menurun yaitu dengan diet tinggi kalsium, Vitamin D dan sayuran seperti toge brusel, kubis dan brokoli.

Gejala-gejala Kanker Kolorektal

Gejala kanker ini biasanya akan dirasakan oleh pasien setelah kanker sudah berkembang sangat jauh. Jenis gejalanya juga tergantung pada lokasi tumbuhnya kanker. Berikut adalah beberapa gejala dan tanda-tanda yang biasanya terjadi, yaitu:

- Diare atau konstipasi
- Proses BAB (Buang Air Besar) yang terasa tidak tuntas
- Darah pada tinja, biasanya sedikit.
- Tinja yang disertai lendir.
- Merasakan mual-mual
- Muntah-muntah.
- Merasakan sakit perut
- Merasa lelah dan lemas
- Menurunnya berat badan tanpa alasan dan sebab yang pasti.

Pengobatan Kanker Kolorektal dengan obat herbal

Jika anda mengalami gejala-gejala seperti diatas, segeralah melapor kepihak dokter dan memeriksanya. Pada tahap pertama, gejala kanker kolorektal sering tidak terasa. Karena itu, pemeriksaan secara rutin harus dilakukan untuk berjaga-jaga. Selama ini kita hanya tau bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo, dan juga kebanyakan dengan cara operasi. Namun tampaknya hal tersebut ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Mengapa ? Karena sebenarnya masih ada obat alami untuk menyembuhkan penyakit kanker bahkan masih banyak obat alami lainnya dibandingkan dengan terapi kemo ataupun operasi, bahkan metode ini kekuatannya Sepuluh Ribu Kali Lebih ampuh dibanding terapi kemo. Diantaranya adalah:

Buah dan Daun Sirsak
Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effect anti tumor atau kanker yang sangat kuat, dan juga terbukti secara medis menyembuhkan segala anti bakteri, anti jamur (fungi), bahkan efektif melawan parasit atau cacing, dapat menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik.

Kunyit putih
Menurut hasil penelitian, kunyit putih ini mengandung: Ribosome Inacting Protein yang berfungsi menghentikan perkembangan sel kanker dan merontokkan sel kanker tanpa harus merusak jaringan disekitarnya. Kunyit putih juga mengandung antioksidan, mencegah kerusakan gen dan zat anticurcumin, sebagai anti inflamasi (peradangan).

Keladi Tikus
Keladi tikus (TyphoniumFlagelliforme/Rodent Tuber) juga sudah diteliti sebagai tumbuhan obat yang bisa menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker.

Pengobatan herbal kanker kolorektal ini merupakan salah satu solusi sehat yang dapat digunakan, terlebih bagi Anda yang memilih metode yang aman. Saat ini sudah banyak yang membuktikan bahwa pengobatan ini manjur, lebih murah serta minim efek samping.