Kanker Pankreas - Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Kanker pankreas adalah penyakit yang disebabkan oleh tumbuhnya tumor di dalam pankreas. Organ ini adalah sebuah kelenjar besar yang merupakan bagian dari sistem pencernaan dan memiliki panjang sekitar 15 cm. Kanker ini bisa dialami oleh pria maupun wanita, dan biasanya terjadi pada orang-orang yang berusia lanjut atau di atas 75 tahun. Pankreas memiliki fungsi yang penting bagi tubuh karena memproduksi enzim pencernaan yang berfungsi menguraikan makanan agar dapat diserap oleh tubuh. Selain itu, organ ini juga memproduksi hormon, termasuk insulin, yang berfungsi menjaga kestabilan kadar gula darah dalam tubuh.

Diagnosis Kanker Pankreas

iklanalt=

Diagnosis kanker ini pada tahap awal sulit untuk dilakukan karena sering tidak menimbulkan gejala pada penderita. Pemeriksaan fisik untuk memeriksa kanker pankreas sulit untuk dilakukan karena letak organ tersebut cukup tersembunyi di dalam tubuh dan dikelilingi bagian dari usus. Berikut ini adalah beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis kanker pankreas:

-Tes pencitraan organ dalam tubuh seperti ultrasound scan, CT, MRI, dan PET scan. Selain itu, endoluminal ultrasonography (EUS) juga dapat dilakukan jika CT scan atau MRI scan yang telah dilakukan masih kurang jelas. Endoskop atau alat kamera kecil akan dimasukkan melalui mulut menuju lambung untuk memotret kondisi pankreas.
-Laparoskopi atau pembedahan ‘lubang kunci’ di daerah perut untuk memasukkan mikroskop kecil yang disebut dengan laparoskop , untuk melihat organ-organ di dalam rongga perut dan panggul.
-Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) hampir sama dengan EUS, yaitu proses memasukkan endoskop melalui mulut dan menuju lambung. Namun endoskop dalam proses ERCP digunakan untuk menyuntikkan pewarna khusus ke saluran pankreas dan empedu guna mengetahui keberadaan tumor yang menyumbat. Tes ini dilakukan jika seseorang menderita penyakit kuning.
-Biopsi atau proses pengambilan sampel sel yang dicurigai sebagai tumor untuk diperiksa di bawah mikroskop. Alat kecil yang menempel pada endoskop dapat digunakan untuk biopsi saat melakukan prosedur laparoskopi, ERCP atau EUS.

Tahapan kanker terbagi atas empat tahap atau yang biasa disebut dengan stadium. Dokter akan menggolongkan stadium kanker berdasarkan diagnosis yang telah dilakukan. Di bawah ini adalah penggolongan stadium kanker:

-Jika kanker hanya terdapat di pankreas dan belum menyebar ke bagian lain, disebut dengan stadium I.
-Jika kanker telah menyebar ke jaringan dan organ tubuh yang dekat dengan pankreas, atau mungkin telah menjangkiti kelenjar getah bening, disebut dengan stadium II.
-Jika kanker telah menyebar lebih ke pembuluh darah besar di sekitar pankreas dan mungkin telah menjangkiti nodus limfa, disebut dengan stadium III.
-Jika kanker telah menyebar luas ke organ tubuh lain seperti paru-paru, hati, serta peritoneum atau membran yang melapisi rongga perut, disebut dengan stadium IV.

Ciri-Ciri Kanker Pankreas

Kanker Pankreas

Kanker ini awalnya memang tidak ditandai oleh ciri-ciri kanker yang menyakitkan, sehingga dalam banyak kasus, penyakit ini terdeteksi ketika kanker telah berkembang dan menjadi sulit disembuhkan. Berikut ciri-ciri kanker pankreas :

1.Sakit pada perut bagian atas yang dapat menyebar ke punggung bagian tengah atau atas. Sakit ini bisa menjadi lebih parah ketika Anda makan atau ketika Anda berbaring.
2.Kehilangan napsu makan dan kehilangan berat badan yang tidak direncanakan ciri ciri kanker pankreas. Kehilangan berat badan terjadi pada kebanyakan jenis kanker sebab sel-sel kanker yang berbahaya dapat menghilangkan sel-sel nutrisi yang sehat, dan hal ini khususnya biasa terjadi pada kanker ini.
3.Kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan (jaundice). Selain itu, urine Anda akan menjadi berwarna cokelat gelap adalaha ciri-ciri kanker ini. Sekitar setengah dari orang-orang yang terkena kanker ini akan mengalami jaundice, yang terjadi ketika bilirubin – produk pecahan dari sel darah yang letih, terakumulasi dalam darah Anda. Secara normal, bilirubin akan diserap oleh empedu, tetapi jika tumor pankreas memblok aliran empedu, kelebihan bilirubin akan merubah warna kulit dan bagian putih mata Anda menjadi kuning.
4.Gatal juga merupakan ciri ciri kanker ini. Pada kanker pankreas stadium lanjut, Anda mungkin akan merasakan rasa gatal yang hebat karena tingkat asam empedu yang tinggi terakumulasi pada kulit Anda.
5.Mual dan muntah. Pada kasus kanker yang sudah parah, tumor akan menghalangi bagian sistem pencernaan, biasanya bagian atas usus dua belas jari Anda, menyebabkan rasa mual dan muntah.
6.Terjadi masalah pencernaan ciri ciri kanker. Ketika kanker mencegah pengeluaran enzim di pankreas ke usus, Anda akan kesulitan mencerna makanan, khususnya makanan yang mengandung lemak tinggi. Hal ini juga bisa menyebabkan hilangnya berat badan secara signifikan.
7.Kembung merupakan ciri ciri kanker ini. Kanker pankreas dapat menyebabkan kembung atau sensasi kenyang meski belum makan atau bahkan dalam beberapa kasus pembengkakan yang tidak nyaman di perut.
8.Tinja berwarna pucat gejala atau ciri ciri kanker.Jika kanker tumbuh dan menghalangi empedu, saluran dari hati ke usus akan mengering dan menyebabkan warna tinja menjadi pucat dan tidak berwarna kecoklatan seperti pada kondisi normal. Di samping itu, warna urin dapat berubah menjadi lebih gelap.
9.Peningkatan gula darah ciri ciri kanker pankreas. Beberapa penderita kanker pankreas mungkin mengalami kenaikan kadar gula darah karena kanker dapat mempengaruhi kemampuan pankreas untuk memproduksi insulin dan meningkatkan risiko diabetes.

Jika diperhatikan secara seksama maka akan mudah mengenali ciri ciri kanker pankreas di atas, namun jika seseorang tidak mengetahui dengan jelas semua informasi yang berhubungan dengan gangguan kesehatan yang satu ini, maka biasanya akan kesulitan mengenali dan mendeteksi secara dini. Untuk itulah diperlukan kesadaran masyarakat untuk mau secara teratur memeriksakan kondisi kesehatan mereka ke dokter terdekat agar masalah sekecil apapun bisa secepat mungkin terdeteksi dan ditangani dengan benar.

Penyebab dan Gejala Kanker Pankreas

Sampai saat ini penyebab seseorang terkena kanker pankreas masih belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terkena kanker tersebut seperti berikut ini.

-Diabetes dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker pankreas. Sebaliknya, tumor ganas yang tumbuh di pankreas juga bisa menjadi penyebab terjadinya diabetes.
-Bakteri helicobacter pylori yang menyebabkan infeksi lambung diperkirakan dapat sedikit meningkatkan risiko seseorang terkena kanker pankreas.
-Merokok dapat meningkatkan risiko terjangkit kanker karena racun dan zat kimia berbahayanya bisa menyebabkan jaringan dan organ dalam tubuh mengalami iritasi dan peradangan.
-Berusia di atas 75 tahun.
-Orang-orang yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik, memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, dan tidak membiasakan pola makan yang sehat.
-Pernah menderita peradangan pada pankreas atau pankreatitis.
-Memiliki anggota keluarga dekat yang menderita kanker pankreas.

Selain faktor-faktor risiko seperti yang disebutkan di atas, ada juga faktor risiko lainnya yang bisa meningkatkan risiko terjangkit kanker pankreas, yaitu orang-orang yang banyak mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan dan penderita hepatitis kronis.

Minuman keras merupakan pemicu terjadinya kanker pankreas, namun tidak bisa dinyatakan langsung sebagai penyebab utama kanker. Minuman keras dapat mengakibatkan rusaknya organ-organ pencernaan sebagai salah satu predisposisi gejala kanker pankreas. Dengan mengkonsumsi munuman keras secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat merangsang penyakit pancreasitis kronik muncul. Pancreasitis kronik merupakan salah satu penyebab kanker pankreas. Namunpancreasitis kronik akibat meminum minuman keras tidak terbukti meningkatkan resiko terjadinya kanker pankreas. Satu penelitian lain yang datang dari sudut pandang yang berbeda menemukan bahwa, pengkonsumsi minuman keras sejak usia didni dapat meningkatkan resiko kanker organ pencernaan. Kedua penelitian ini masih terus diuji kembali untuk memperoleh jawaban pasti seputar minuman keras sebagai penyebab kanker.

Gejala Kanker Pankreas

Kanker pankreas pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala dan oleh karena itu diagnosis menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Gejala kanker pankreas pada tahap lanjut tergantung bagian kelenjar pankreas yang terjangkit karena pankreas memiliki dua jenis jaringan kelenjar. Pertama adalah kelenjar yang memproduksi enzim pencernaan atau disebut dengan kelenjar eksokrin. Kedua adalah kelenjar yang memproduksi hormon, atau disebut juga dengan kelenjar endokrin.

Kelenjar eksokrin merupakan kelenjar yang paling sering terjangkit kanker pankreas dengan gejala yang umumnya terjadi seperti penyakit kuning, kehilangan berat badan, dan nyeri punggung atau nyeri perut. Selain beberapa gejala yang disebutkan di atas, ada beberapa gejala kanker pankreas lain seperti berikut:

-Diabetes
-Demam dan menggigil
-Penyakit kuning
-Gatal
-Darah mudah menggumpal
-Mual dan muntah
-Gangguan pencernaan
-Depresi
-Perubahan pola buang air besar
-Hilangnya selera makan
-Demam

Normalnya untuk memeriksa orang yang diduga menderita penyakit kanker pankreas, biasanya dipilih cara pemeriksaan yang tidak menimbulkan luka, seperti cek tumor marker dan sample feses pasien, dan setelah didapatkan hasil namun meragukan, bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Mengetahui penyebab dan gejala kanker pankreas sedini mungkin akan memotivasi Anda untuk selalu menjaga kesehatan sistem pencernaan Anda.

Pengobatan Kanker Pankreas

pengobatan pada pasien kanker pankreas bertujuan untuk mengangkat tumor dan sel kanker lainnya di dalam tubuh. Namun jika hal ini tidak memungkinkan untuk dilakukan, maka dokter akan melakukan pengobatan yang bertujuan untuk mencegah tumor tumbuh lebih besar karena bisa menyebabkan munculnya bahaya lebih lanjut. Selain itu, pengobatan yang dilakukan berguna untuk meredakan gejala yang dialami, dan membuat pasien bisa merasa nyaman.

pengobatan atau proses penyembuhan kanker akan jauh lebih sulit jika tumor yang muncul di dalam tubuh berukuran besar atau telah menyebar. Diskusikan dengan dokter dan anggota keluarga untuk memilih jenis pengobatan yang sesuai dengan kondisi yang Anda alami. Berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker pankreas.

-Operasi
Jenis perawatan kanker pankreas yang paling banyak dilakukan adalah dengan melakukan operasi karena bisa mengobati kanker pankreas hingga sembuh sepenuhnya. Namun tidak semua penderita kanker pankreas bisa melakukan operasi, hanya 1 dari 5 pasien yang cocok untuk melakukan operasi pengangkatan tumor.
Ada beberapa faktor yang dapat menentukan keberhasilan operasi pengangkatan tumor, antara lain:
-Tumor belum menyebar ke bagian tubuh lain.
-Tumor tidak tumbuh di sekitar pembuluh darah yang penting.
-Pasien memiliki kesehatan yang baik secara menyeluruh.

-Kemoterapi
Untuk membinasakan sel kanker ganas di dalam tubuh atau mencegah pertumbuhannya, pasien dapat melakukan kemoterapi dengan obat-obatan antikanker. Kemoterapi dapat dilakukan sebelum atau setelah operasi, atau jika operasi tidak bisa dilakukan. Obat kemoterapi memiliki dua bentuk, yaitu yang dikonsumsi secara langsung dan yang diberikan melalui infus.
Risiko terkena efek samping akan meningkat jika pasien menjalani kombinasi pengobatan kemoterapi, namun hal ini bisa memperbesar kemungkinan untuk mengendalikan atau memperkecil kanker yang diderita.

-Radioterapi
Untuk membantu memperkecil tumor dan meredakan rasa sakit yang diderita, pasien dapat melakukan terapi kanker menggunakan sinar radiasi energi tinggi yang disebut dengan radioterapi. Bagi pasien yang tidak bisa melakukan operasi untuk mengatasi kanker, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan perawatan kombinasi kemoterapi dan radioterapi.
Namun terapi ini memiliki beberapa efek samping, seperti hilangnya nafsu makan, mual, muntah, letih, diare, dan ruam kulit. Efek samping yang dialami pasien akibat melakukan radioterapi biasanya hanya sementara dan akan mereda begitu perawatan selesai dilakukan.

Pengobatan kanker pankreas dengan herbal

Pengobatan kanker pankreas dengan menggunakan herbal salah satunya dengan mengkonsumsi Pare, buah yang banyak dikonsumsi di Asia tersebut memiliki kandungan yang dapat menghentikan sel-sel kanker dalam mencerna glukosa. Glukosa atau zat gula ini merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh sel-sel kanker untuk tumbuh dan bertahan hdup. Maka dari itu, jika persediaan tersebut dihadang oleh pare, maka sel- sel kanker tersebut kemungkinan tidak akan bertahan.
Kebanyakan orang tidak menyukai dan jarang memakan buah pare, karena buah pare rasanya pahit. Tetapi dibalik rasanya yang pahit, ternyata buah pare mengandung zat-zat yang berguna untuk menghalangi pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Mengkonsumsi buah pare akan meminimalisir risiko terkena kanker pankreas.