Kanker Tenggorokan - Penyebab dan Gejala, serta Pengobatannya

Kanker tenggorokan adalah sel-sel ganas yang tumbuh pada struktur faring dan laring yang menyusun tenggorokan. Sel ganas atau kanker merupakan sel-sel abnormal (berasal dari sel normal) yang berkembang biak dan membelah diri tak terkendali di dalam tubuh. Sel-sel abnormal ini membentuk pertumbuhan ganas yang disebut tumor. Ketika sel kanker ini menyerang kotak suara, pita suara, dan bagian lain dari tenggorokan, seperti amandel dan orofaring, maka disebut dengan kanker tenggorokan.

Kanker tenggorokan menunjukan beberapa perubahan pada sekumpulan sel yang membelah diri, yang jumlahnya semakin banyak dan tidak terkendali. kendati perubahan tersebut merupakan sesuatu yang wajar terjadi dalam tubuh sebagai proses regenerasi dari sel-sel yang rusak, namun pengontrolan perubahan sel tidak lagi berfungsi secara normal. Kanker bukanlah penyakit infeksi yang terjadi karena kuman melainkan tumbuh dari sel-sel organ itu sendiri, yang mengalami mutasi genetis. Mutasi genetis tersebut menyebabkan sel tubuh tidak normal dan bersifat destruktif, serta tidak mengikuti aturan hikum pertumbuhan dan cenderung merusak.

Jika berdasarkan lokasi atau bagian yang diserang, kanker dapat dikelompokan ke dalam beberapa jenis. yaitu:
-Kanker nasofaring (tenggorokan bagian atas di belakang hidung).
-Kanker orofaring (tenggorokan di bagian tengah di belakang lidah).
-Kanker hipofaring (tenggorokan bagian bawah).
-Kanker laring (pita suara).

Diagnosis dan Staduium kanker Tenggorokan

iklanalt=

Pada tahap awal diagnosis, dokter akan menanyakan gejala, riwayat kesehatan, serta melakukan pemeriksaan fisik pasien. Jika diduga mengidap kanker tenggorokan, pemeriksaan lebih mendetail akan dianjurkan untuk memastikan diagnosis. Jenis pemeriksaan lebih lanjut yang umumnya akan Anda jalani meliputi:
-Endoskopi atau laringos kopi.
-Pengambilan sample jaringan atau biopsi.
-USG, X-ray, CT, MRI, dan PET scan. Pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan tingkat penyebab kanker tenggorokan.

Mengetahui tingkat penyebaran dan stadium kanker yang Anda derita akan membantu dokter untuk menentukan langkah pengobatan yang akan dijalani. Kanker ini terbagi dalam stadium 1 hingga stadium 4. Penjelasan lebih detailnya sebagai berikut:
-Stadium 1 : tumor berukuran kecil (7cm atau kurang) dan hanya menyerang bagian tertentu pada tenggorokan.
-Stadium 2 : tumor berukuran lebih besar tetapi belum menyeabar di luar tenggorokan atau noda limfa.
-Stadium 3 : kanker sudah menyebar ke jaringan atau organ di luar tapi dekat dengan tenggorokan atau noda limfa.
-Stadium 4 : kanker menyebar hingga ke jaringan atau organ di luar tenggorokan atau noda limfa.

Ciri-Ciri Kanker Tenggorokan

Kanker Tenggorokan

Pada awal kemunculankanker, tampaknya memang serupa dengan penyakit lainnya. Maka dari itu, perlu diagnosis lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang tepat. Jangan sampai salah terka, padahal Anda hanya mengalami gangguan tenggorokan yang biasa saja. Anda perlu mengetahui ciri-ciri dari kanker tenggorokan.

Anda perlu waspada jika batuk terjadi selama lebih dari 2 minggu dan perubahan suara. Terlebih lagi, jika timbul darah pada hidung atau mulut. Lalu, timbulnya benjolan yang muncul di sekitar mata, rahang, leher, atau tenggorokan. keadaan yang tidak nyaman ini juga membuat anda sulit menelan. Tentu hal ini patut Anda curigai sebagai ciri-ciri kanker tenggorokan. Penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya. Telinga Anda juga dapat terpengaruh, seperti rasa sakit yang timbul sewaktu Anda menelan makanan atau berbicara.

Apabila hal-hal yang disebutkan diatas sudah terjadi, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis. Dokter bisa jadi melakukan prosedur yang disebut endoskopi untuk melihat keadaan kerongkongan Anda atau laringoskopi untuk melihat keadaan pita suara Anda. Apabila ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan dalam kerongkongan Anda. Diperlukan tindakan lebih lanjut berupa pengambilan contoh jaringan yang diduga kanker, prosedur ini disebut biopsi. Tes pencitraan seperti; MRI,X-ray, CT dan PET juga dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penyebaran sel kanker.

Apabila ciri-ciri kanker tenggorokan sudah dipastikan dengan adanya prosedur medis tersebut. Kali ini saatnya dokter menentukan stadium kanker yang Anda alami, hal ini dilakukan untuk mempermudah Anda dalam menjelaskan jenis pengobatan yang cocok dengan kondisi kesehatan Anda. Ada baiknya Anda menjelaskan kepada dokter mengenai riwayat kesehatan Anda dan keluarga. Hal demikian tentu dibutuhkan, terutama jika Anda memiliki alergi obat-obatan atau keadaan khusus lainnya. Kembali ke stadium kanker, biasanya berawal dari stadium 1 hingga stadium 4. Pemahaman yang lengkap mengenai ciri-ciri kanker tenggorokan akan membantu Anda untuk bertahan hidup dan mencegah perkembangan kanker hingga taraf yang akut. Maka jangan abaikan setiap penyakit yang Anda rasakan.

Penyebab dan Gejala Kanker Tenggorokan

Penyebab dari kanker tenggorokan sebenarnya bukanlah dari hal yang besar melainkan dari hal kecil yang sering kita lakukan seperti pola makan dan pola hidup sehat yang buruk, selain itu infeksi virus juga bisa,. Virus yang menyebabkan seseorang terkena kanker tenggorokan adalah virus HPV atau dikenal dengan HUman Papiloma Virus. Virus ini bisa mengakibatkan kanker didaerah belakang lidah (Amandel). Mengkonsumsi alkohol juga dapat mengakibatkan kanker tenggorokan. Hal ini dikarenakan, alkohol bisa mengakibatkan pengrusakan ke jaringan tenggorokan, sama halnya dengan merokok.

Semua kanker terjadi akibat adanya mutasi pada sel-sel. Mutasi ini yang memicu pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Itulah yang terjadi dengan kanker tenggorokan. Penyebab di balik proses mutasi tersebut belum diketahui secara pasti. Tetapi ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker tenggorokan, misalnya usia, pola hidup, serta kondisi medis. Risiko kanker tenggorokan akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang. Kanker ini umumnya terjadi pada orang yang berusia di atas 60 tahun.

Kemungkinan munculnya kanker tenggorokan juga berhubungan erat dengan pola hidup yang kurang sehat. Beberapa contohnya meliputi:
-Mengkonsumsi tembakau, baik dalam bentuk rokok maupun dikunyah.
-Mengkonsumsi minuman keras yang berlebihan.
-Kurang mengkonsumsi buah dan sayur.
-Kekurangan vitamin A.
-Paparan asbes.
-Kesehatan gigi yang buruk.

Gejala-gejala Kanker Tenggorokan

Gejala kanker tenggorokan bisa beragam dan tidak sama pada tiap penderita. Beberapa indikasi yang umumnya dirasakan oleh pasien meliputi:

-Sulit menelan.
-Perubahan suara.
-Batuk kronis.
-Sakit tenggorokan.
-Permukaan Laring Menjadi Kasar.
-Telinga yang sakit atau berdengung.
-Benjolan yang tidak kunjung sembuh.
-Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
-Pembengkakan pada mata, rahang, tenggorokan, atau leher.

Gejala kanker tenggorokan cenderung mirip dengan masalah kesehatan lain sehingga sulit terdeteksi. Karena itu, kita harus tetap waspada dan memeriksakan diri jika merasakan gejala-gejala tertentu. Terutama indikasi yang tidak kunjung membaik atau bertambah parah.

Pengobatan Kanker Tenggorokan

Tiap pengidap bisa membutuhkan pengobatan yang berbeda-beda. Penentuan metode penangan yang terbaik tergantung pada usia dan kondisi kesehatan pasien, lokasi tumbuhnya kanker, serta stadium kanker itu sendiri. Pendeteksian dan pengobatan sedini mungkin adalah kunci utam dalam menangani semua kanker, termasuk kanker tenggorokan. Beberapa langkah pengobatan yang umumnya akan dijalani oleh pengidap meliputi radioterapi, operasi, kemoterapi, serta terapi biologis. Kanker pada stadium lanjut biasanya membutuhkan kombinasi dari keempat metode tersebut.

Jika kanker berada pada stadium awal, radioterapi kadang sudah cukup efektif dalam mengatasinya. Sedangkan untuk kanker stadium lanjut, radioterapi hanya dilakukan untuk mengurangi gejala yang dialami pasien. Radioterapi juga terkadang dikombinasikan dengan kemoterapi karena ada beberapa jenis obat kemoterapi yang dapat meningkatkan sensitifitas sel-sel- kanker terhadap proses radioterapi. Proses kombinasi ini akan meninggalkan potensi efek samping radioterapi sekaligus kemoterapi yang meliputi kelelahan, mual, muntah, tidak nafsu makan, serta sariawan.

Metode operasi untuk kanker tenggorokan memiliki beberapa jenis. Dokter akan menentukan prosedur mana yang dibutuhkan pasien berdasarkan stadium dan lokasi tumbuhnya sel kanker. Jenis-jenis operasi tersebut meliputi:
-Operasi pengangkatan melalui endoskopi. Prosedur ini dianjurkan untuk kanker tenggorokan stadium awal.
-Laringektomi atau operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kotak suara yang terkena kanker. Operasi ini dilakukan untuk menangani tumor berukuran kecil.
-Faringektomi atau prosedur pengangkatan sebagian atau seluruh bagian tenggorokan.
-Prosedur pengangkatan noda limfa leher yang terserang kanker. Operasi ini dilakukan jika kanker sudah menyebar luas pada leher. Proses ini .ga digunakan untuk memeriksa tingkat penyebaran sel-sel kanker pada noda limfa.

Langkah penanganan lainnya adalah dengan obat terapi biologis. Jenis obat yang umumnya digunakan adalah cetuximab. Proses ini akan mengincar kelemahan pada sel-sel kanker untuk menghambat pertumbuhannya. Untuk memaksimalisasi pengbatan kanker tenggorokan, ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan. Di antaranya berhenti merokok dan menjauhi konsumsi minuman keras. Selain menurunkan keefektifan metode pengobatan, merokok dan konsumsi minuman keras dapat memperlambat proses pemulihan tubuh. Kebiasaan ini juga bisa mempertinggi risiko seseorang untuk terkena kanker tenggorokan dan jenis kanker lainnya.

Pengobatan kanker tenggorokan menggunakan obat herbal

Tumbuh-tumbuhan di Indonesia terbukti mampu mencegah maupun mengobati kanker. Meski perlu penelitian dan pengembangan lebih lanjut, sejumlah tanaman seperti kunyit putih dan tapak dara.Banyak yang berhasil sembuh sehingga pengobatan tradisional pun menjadi tumpuan harapan baru bagi para penderita kanker. Kunyit putih dan Tapak dara mengandung Berbagai kandungan senyawa aktif yang baik bagi tubuh untuk mencegah kanker tenggorokan bahkan membunuh atau menghilangkan sel-sel kanker yang ada didalam tubuh.

Kunyit putih. Dari hasil penelitian ternyata Kunyit putih atau Curcuman Zedoaria mempunyai efektifitas yang lebih tinggi untuk mengatasi kanker & tumor. kunyit putih ini mengandung RIP (Ribosome Inacting Protein) berfungsi Mampu menonaktifkan perkembangan sel kanker, Mampu merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya, Memblokir pertumbuhan sel kanker. Zat Anti Oksidan, mencegah kerusakan gen. Zat anti Curcumin, sebagai anti inflamasi (anti peradangan). Khasiat kunyit putih dalam melawan sel kanker masih sebatas penelitian in vitro (laboratorium) dan belum mencapai uji klinis. Namun kunyit putih sudah banyak dipakai sebagai obat alternatif untuk penyakit kanker. Penelitian secara in vitro dilakukan dengan uji bioaktivasi. Sel kanker dikembangbiakkan dalam laboratorium dan setelah diberikan konsentrasi tertentu dari kunyit putih sel kanker tersebut menjadi mati. Selain itu didapatkan pula bahwa aktivitas kunyit putih dalam mematikan sel kanker lebih baik dibandingkan dengan tanaman Mahkota Dewa.

Tapak dara (Catharanthus roseus) telah teruji sebagai bahan pencegah dan penumpas sel kanker. Tanaman yang masih termasuk keluarga Apocynaceae atau kamboja-kambojaan ini mengandung dua senyawa golongan alkaloid vinka yakni vinkristin dan vinblastin yang berkhasiat menghambat perbanyakan dan penyebaran sel kanker.