Limfoma - Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Limfoma adalah kanker yang muncul dalam sistem limfatik yang menghubungkan noda limfa atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Sistem limfatik termasuk bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Sel-sel darah putih limfosit dalam sistem limfatik akan membantu pembentukan antibodi tubuh untuk memerangi infeksi. Tetapi jika sel-sel limfosit B dalam sistem limfatik diserang kanker, sistem kekebalan tubuh penderita akan menurun sehingga rentan mengalami infeksi.

Diagnosis dan Stadium Limfoma

iklanalt=

Menanyakan gejala-gejala yang dialami pasien merupakan langkah awal diagnosis pada semua penyakit, termasuk limfoma. Riwayat kesehatan Anda dan pemeriksaan fisik juga akan Anda jalani. Jika menduga Anda mengidap kanker ini, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan atau tes untuk memastikan diagnosis. Langkah pemeriksaan tersebut meliputi:

- Tes darah dan urine. Melalui langkah ini, dokter akan mengetahui kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.
- X-ray, CT, MRI, dan PET scan. Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat tingkat penyebaran kanker.
- Biopsi untuk mengambil sampel kelenjar getah bening yang membengkak serta sumsum tulang. Biopsi, X-ray, CT Scan, MRI, dan PET Scan juga akan membantu dokter untuk menentukan stadium serta tingkat perkembangan kanker yang Anda derita. Berikut ini adalah penjelasan singkat untuk stadium-stadium dalam kanker ini.

- Stadium 1 – kanker menyerang salah satu kelompok noda limfa.
- Stadium 2 – kanker menyerang dua kelompok noda limfa atau menyebar ke satu organ di sekitar noda limfa, tapi hanya terbatas pada tubuh bagian atas atau bawah saja.
- Stadium 3 – kanker menyebar ke kelompok noda limfa pada bagian atas dan bawah diafragma.
- Stadium 4 – kanker sudah menyebar melalui sistem limfatik dan masuk ke organ atau sumsum tulang.

Jenis-jenis Limfoma

Kanker ini dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu Limfoma Hodgkin dan Limfoma non-Hodgkin. Perbedaan utamanya terletak pada jenis sel limfosit yang diserang kanker dan dapat diketahui melalui pemeriksaan di bawah mikroskop oleh dokter. Kanker ini digolongkan dalam jenis Hodgkin jika dokter mendeteksi adanya sel abnormal Reed-Sternberg dalam sel kanker. Sementara limfoma tanpa sel abnormal tersebut termasuk dalam kategori non-Hodgkin. Limfoma non-Hodgkin lebih sering terjadi dibandingkan Hodgkin. Diperkirakan sekitar 8 dari 10 kasus limfoma merupakan jenis ini.

Ciri-Ciri Kanker Limfoma

Kanker getah bening, atau yang disebut dengan Limfoma, merupakan jenis kanker ganas yang menyerang sistem limfatik tubuh. Sistem limfatik adalah lini penting dari sistem pertahanan tubuh yang bertugas melawan infeksi akibat serangan mikroorganisme berbahaya.

Limfoma hodgkin terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:
- Hodgkin Sklerosis Nodular.
Kelenjar getah bening yang terkena dampak telah bercampur dengan bidang sel normal, sel RS, dan jaringan bekas luka yang menonjol. hodgkin jenis ini adalah yang paling sering ditemui, yang membentuk 60% sampai 80% dari semua kejadian.
- Hodgkin Klasik dengan Limfosit Dominan.
Jenis baru yang telah teridentifikasi dan berperilaku seperti hodgkin bentuk campuran sel.
- Hodgkin Bentuk Campuran Sel.
Kelenjar getah bening yang terkena mengandung banyak sel RS disamping beberapa jenis sel lain. Hodgkin jenis ini sangat memengaruhi orang yang lebih tua.
- Hodgkin dengan Limfosit Sedikit.
Terdapat sejumlah besar sel SR, tetapi sangat sedikit jenis sel lain yang ditemukan salam kelenjar getah bening. Ini merupakan yang paling sering ditemui dari limfoma hodgkin dan ditemukan kurang dari 5% dari kejadian. Hodgkin jenis ini terlihat lebih sering ditemui pada usia lanjut atau pasien yang mengidap AIDS.
- Hodgkin Nodular Limfosit Predominan.
Kanker jenis ini tidak dianggap sebagai limfoma hodgkin klasik, karena tidak memiliki beberapa ciri yang mengidentifikasi hodgkin maupun non hodgkin. Sebagian besar limfosit ditemukan pada kelenjar getah bening normal. Sel abnormal yang dikenal sebagai "sel popcorn" adalah jenis dari sel B yang ditemukan dalam berbagai nodular.

Limfoma Hodgkin ditandai dengan membengkaknya kelenjar getah bening, tetapi tanpa disertai rasa sakit. Pembengkakan ini biasanya diakibatkan olh infeksi virus atau bakteri. Pembengkakan yang menjadi penyebab kanker kelenjar getah bening ini, akan menjadi penganggu bagi produksi sel normal pada kelenjar getah bening. Kemudian sel yang abnormal akan terus berkembang dengan cepat dan menjadi sel kanker pada sistem limfoid. Hodgkin memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

- Demam disertai mengigil. Demam yang terjadi ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh terganggu dan demam tersebut sebagai respon bahwa ada yang tidak beres pada tubuh kita.
- Berkeringat pada waktu malam hari.
- Terjadi pembesaran di bagian kelenjar getah bening (bawah ketiak, leher dan pangkal paha).
- Pembengkakan yang terjadi tidak disertai dengan rasa nyeri, pembengkakan yang terjadi biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri, dan semakin lama akan semakin berkembang bila didiamkan begitu saja.
- Kurangnya nafsu makan, kanker kelenjar getah bening ini juga mempengaruhi nafsu makan penderita.
- Menurunnya berat badan, berat badan yang menurun ini disebabkan karena kurangnya nafsu makan dan tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan secara baik.
- Terkadang disertai gangguan pernapasan, gangguan pernapasan akan muncul jika sel kanker sudah mulai menjalar ke sistem pernapasan dan sel kanker terdapat pada kelenjar getah bening leher.

Penyebab dan Gejala Kanker Limfoma

Limfoma Hodgkin

Kanker ini terjadi karena adanya perubahan atau mutasi pada DNA sel-sel limfosit sehingga pertumbuhannya menjadi tidak terkendali. Penyebab di balik mutasi tersebut belum diketahui secara pasti. Tetapi ada beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker ini. Faktor-faktro risiko tersebut adalah:

- Usia.
Sebagian besar limfoma Hodgkin terjadi pada pengidap yang berusia 15-30 tahun dan lansia di atas 55 tahun. Sedangkan risiko non-Hodgkin akan meningkat seiring usia, khususnya lansia berusia di atas 60 tahun.

- Faktor keturunan.
Risiko Anda untuk terkena kanker ini akan meningkat jika Anda memiliki anggota keluarga inti (ayah, ibu, atau saudara kandung) yang menderita jenis kanker yang sama.

- Pernah tertular virus Epstein-Barr atau EBV.
Virus ini menyebabkan demam kelenjar. Orang yang pernah mengalami demam kelenjar lebih berisiko mengalami limfoma Hodgkin.

- Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena mengidap HIV atau menggunakan obat imunosupresan.

- Jenis kelamin. kanker ini lebih sering menyerang pria dibandingkan dengan wanita.

Gejala-gejala Limfoma

Gejala-gejala kanker yang biasa terlihat juga di penyakit lainnya, seperti influenza atau infeksi virus lainnya biasanya sering diabaikan. Bedanya gejala-gejala ini dalam kasus penyakit flu tidak berlangsung lama seperti pada kelenjar getah bening. Pada limfoma, gejala ini bertahan dari waktu ke waktu dan tidak dapat dijelaskan seperti pada infeksi atau penyakit lain. Daftar dibawah ini berisi daftar gejala yang paling umum dari kanker ini. Gejala utama yang dialami pengidap limfoma adalah tumbuhnya benjolan. Benjolan ini tidak terasa sakit dan umumnya muncul pada leher, ketiak, dan selangkangan. Selain benjolan, ada beberapa gejala yang mungkin dirasakan pengidap. Indikasi-indikasi tersebut biasanya meliputi:

-Selalu merasa lelah.
-Berkeringat pada malam hari.
-Demam dan menggigil.
-Sering mengalami infeksi atau infeksi yang sulit sembuh.
-Gatal-gatal di seluruh tubuh.
-Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
-Tidak nafsu makan.
-Pembengkakan pada perut.
-Sakit perut.
-Batuk yang tidak kunjung sembuh.
-Gangguan pernapasan.
-Sakit dada.

Segeralah temui dokter jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut. Meski memiliki benjolan, bukan berarti Anda pasti menderita kanker tersebut, tapi disarankan untuk tetap melakukan pemeriksaan sedini mungkin.

Pengobatan Herbal Kanker Limfoma

Pengobatan limfoma bisa tidak sama bagi tiap pengidap. Dokter akan menentukan langkah yang terbaik untuk Anda berdasarkan kondisi kesehatan, jenis, dan stadium kanker Anda. Khusus untuk limfoma non-Hodgkin, tidak semuanya membutuhkan penanganan medis secepatnya. Jika kanker yang Anda idap termasuk jenis yang lambat berkembang, dokter mungkin akan menyarankan untuk menunggu dan melihat perkembangannya terlebih dulu. Bahkan ada limfoma non-Hodgkin stadium dini dengan ukuran kecil yang dapat diatasi melalui prosedur pengangkatan pada saat biopsi sehingga pasien tidak membutuhkan penanganan lebih lanjut. Jika kanker Anda membutuhkan pengobatan, langkah utama dalam menanganinya adalah kemoterapi. Kemoterapi dapat diberikan melalui infus atau obat minum. Jenis yang diberikan oleh dokter tergantung pada stadium kanker yang Anda derita. Terapi ini juga terkadang dikombinasikan dengan:

- Radioterapi.
- Obat-obatan steroid.
- Terapi biologis, contohnya obat rituximab. Obat ini akan menempelkan diri pada sel-sel kanker lalu merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menyerang dan membunuhnya.
- Transplantasi sumsum tulang. Langkah ini dibutuhkan bagi penderita kanker yang mengalami kerusakan sumsum tulang akibat kemoterapi dosis tinggi.

Di samping manfaat dan keefektifannya, langkah-langkah tersebut juga memiliki efek samping. Beberapa efek samping yang umumnya berpotensi dialami oleh penderita meliputi kelelahan, diare, mual, serta muntah. Selain itu, penurunan sistem kekebalan tubuh, risiko ketidaksuburan, potensi munculnya kanker lain juga merupakan komplikasi efek samping dari pengobatannya. Risiko terjadinya penyakit lain juga mungkin bisa meningkat, contohnya penyakit jantung, ginjal, diabetes, serta katarak.

Obat Herbal Untuk Kanker Limfoma Hodgkin

Daun Sirsak
Daun Sirsak memiliki kandungan seperti Anopentosin A, Anopentosin B, Anopentosin C, Murikatosin A, Murikatosin B, Murikapentosin, Anomurisin E. Dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh National Cancer Institute pada tahun 1976 mengemukakan bahwa kandungan Acetogenins dalam Daun Sirsak merupakan zat anti kanker yang sangat hebat bahkan 10.000 kali lebih kuat dalam membunuh sel kanker di bandingkan dengan kemoterapi.

Begitulah beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker Limfoma Hodgkin. Semoga Bermanfaat.