Multiple Myeloma - Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Multiple myeloma atau myeloma adalah jenis kanker yang menyerang sel plasma pada tulang sumsum penderita, yaitu ketika pertumbuhan jumlah sel myeloma lebih banyak dari jumlah sel darah sehat. Sehingga, alih-alih memproduksi protein penghasil antibodi pencegah infeksi penyakit, sel kanker ini justru memproduksi protein abnormal yang akhirnya merugikan. Sel kanker ini dapat menyerang dan menyebabkan gangguan pada bagian tubuh lain, seperti ginjal dan tulang.

Kasus penyakit ini menempati 200/1000, dianggap sebagai keganasan kedua yang paling umum dari darah. Hal ini terjadi pada orang tua, 50-65-tahun adalah tingginya insiden usia, usia onset dalam beberapa tahun terakhir di muka. Insiden laki-laki daripada perempuan, laki-laki untuk perempuan adalah rasio 1.6:1. Dengan bertambahnya usia, kejadian kanker jenis ini akan meningkat pada kehidupan masyarakat dan kualitas hidup sudah merupakan suatu kerugian semakin serius, orang tua tidak boleh diabaikan keganasan hematologi. Insiden kanker ini dan ras ada sesuatu yang sedikit lebih tinggi insiden tingkat kulit hitam.

Penyebab dan Gejala Multple Myeloma

iklanalt=

Untuk mengethui seseorang benar-benar mengidap penyakit ini, doketr akan melakukan serangkaian tes berdasarkan gejala serta faktor risiko terkait. Tes dilakukan untuk mendeteksi jumlahantibodi dan protein abnormal, serta keberadaan sel kanker tersebut.
Beberapa jenis tes dan prosedur yang harus dijalani, sebagai berikut:

-Laboratorium akan menganalisis apakah terdapat protein abnormal dapa darah pasien. Tes juga dilakukan untuk mencari tahu berapa tinggi level antibodi abnormal, sel darah merah, trombosit, kaslium, seberapa baik fungsi hati, serta fungsi ginjal.
-Sample urin digunakan untuk mengetahui seberapa banyak protein abnormal yang diproduksi. Banyaknya protein abnormal yang ada dalam darah, dapat berdampak kepada fungsi ginjal yang selalu dilewati oleh darah. Sample urin diambil dalam periode 24 jam akan memberikan dokter informasi mengenai seberapa baik kondisi ginjal pasien.
-pemeriksaan tulang sumsum dilakukan dengan cara memasukan jarum ke tulang untuk mengambil semple cairan tulang sumsum. Sample kemudian dianalisis menggunakan metode FISH (fluorescence in situ hybridization). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari tahu seberapa cepat sel kanker berkembang.
-Tes pencitraan merupakan bagian dari diagnosis penyakit ini. Kelompok tes ini meliputi X-ray,MRI,CTscan, atau PET (positron emission tomography) untuk mendeteksi gangguan pada tulang yang berkaitan dengan penyakit kanker ini. Pencitraan dilakukan pada bagian lengan, kaki, kepala, tulang belakang, dan panggul untuk mencetak apakah ada kerusakan pada bagian tersebut.

Multiple myeloma muncul seiring berkembangnya sel kanker, sehingga sebagian penderita tidak merasakan apa pun di awal penyakit. Gejala yang dialami termasuk gejala-gejala umum dan bervariasi, yaitu:

-Kehilangan selera makan
-Konstipasi
-Merasa mual
-Sakit tulang, terutama di dada atau tulang belakang
-Kelelahan
-Penurunan berat badan
-Mudah terserang infeksi
-Kebingungan atau penurunan mental
-Mengalami mati rasa pada kaki
-Merasa lemah dan sangat lelah Merasa sangat haus. -Infeksi-infeksi dan demam-demam yang seringkali
-Kehilangan berat badan Mual atau sembelit
-Buang air kecil yang seringkali.

Stadium Multiple Myeloma

Ada tiga stadium penyebaran. Masing-masing memiliki risiko perkembangan penyakit yang berbeda. Dokter akan menggunakan hasil diagnosis untuk melihat seberapa agresif penyebaran sel kanker pada tubuh serta mengetahui pada stadium berapa pasien berada.

-Stadium I. Sel kanker telah menyebar ke tubuh dalam jumlah yang kecil. Kemungkinan munculnya gejala penyakit bersifat kecil atau tidak ada.

-Stadium II. Sel kanker menyebar ke tubuh dalam jumlah yang moderat.

-Stadium III. Sejumlah besar sel kanker telah menyebar ke tubuh. Pada tahapan ini, pasien kemungkinan mengalami anemia dan tiga atau lebih kanker tulang.

Setelah menetapkan stadium penyebaran, dokter akan merekomendasikan jenis perawatan, berikut prognosis pada pasien.

Termasuk kasus yang tidak umum dan belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Pertumbuhan sel myeloma normal akan menghasilkan antibodi normal yang bermanfaat bagi tubuh. Pertumbuhan sel myeloma abnormal memberikan efek yang sebaliknya. Sel abnormal dapat berlipat ganda dengan cepat, kemudian menghasilkan antibodi yang merugikan tubuh. Kondisi ini berkaitan juga dengan kondisi lain yang lebih ringan, yaitu MGUS (monoclonal gammopathy of undetermined significance).

MGUS adalah kondisi ketika antibodi abnormal atau protein monoklonal atau protein M, diproduksi oleh sel myeloma, tetapi tidak menyebabkan kerusakan pada tubuh. Meski demikian, sebagian besar kasus kanker ini berawal dari kondisi MGUS. Dari seratus orang yang mengidap MGUS, satu orang di antaranya mengidap penyakit ini.

Faktor risiko Multiple myeloma

Ada beberapa faktor yang menyababkan seseorang berisiko terkena, diantaranya:
-Kasus lebih bayak ditemukan pada laki-laki daripada perempuan.
-Sebagian besar penderita didiagnosis saat mereka berada di dipertengahan usia 60 tahun. Risiko seseorang mengidap penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia.
-Lebih berisiko terjadi pada etnis berkulit gelap dibandingkan dengan yang berkulit putih.
-Pengidap MGUS patut mewaspadai kemungkinan kondisinya berkembang.
-Seseorang lebih beresiko terkena jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit ini.

Gejala Multiple myeloma
Gejala muncul seiring berkembangnya sel kanker, sehingga sebagian penderita tidak merasakan apa pun di awal penyakit. Gejala yang dialami termasuk gejala-gejala umum dan bervariasi, yaitu:

-Kehilangan selera makan
-Konstipasi
-Merasa mual
-Sakit tulang, terutama di dada atau tulang belakang
-Kelelahan
-Penurunan berat badan
-Mudah terserang infeksi
-Kebingungan atau penurunan mental
-Mengalami mati rasa pada kaki

Pengobatan Herbal Kanker Multiple Myeloma

Penelitian terhadap multiple myeloma masih terus berkembang. Kondisi ini memang belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Meski demikian, beberapa jenis perawatan di bawah ini dapat membantu meredakan rasa sakit yang diakibatkan oleh kanker ini Pengobatan juga berfungsi mencegah terjadinya komplikasi, menjaga kondisi penderita tetap stabil agar memperlambat perkembangan penyakit kanker ini. Dengan perawatan yang sesuai, penderita dapat kembali beraktivitas, walaupun tidak sepenuhnya pulih seperti awal.

Jika Anda didiagnosis, terdapat kemungkinan bahwa Anda akan menjalani tes darah dan urine secara berkala. Dokter mulai melakukan proses pengobatan jika ternyata Anda mengalami gejala-gejala di atas dan hasil tes menunjukkan perkembangan pada kondisi kanker ini. Beberapa perawatan dasar, di antaranya:

-Terapi obat.
Terapi ini mengobati abnormalitas pada sel kanker. Terapi multiple myeloma umumnya menggunakan obat bortezomib dan carfilzomib yang diinfus ke pasien. Obat-obatan ini secara spesifik menarget sel kanker myeloma.
Efek samping dapat berupa mual, kekelahan, mati rasa, kesemutan pada tangan dan kaki, atau diare.

-Terapi Biologis.
Terapi ini meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar dapat mengenali dan melawan sel myeloma yang telah berkembang menjadi sel kanker. Obat-obatan yang umumnya digunakan adalah thalidomide, lenalidomide, dan pomalidomide.
Efek samping dapat berupa konstipasi, timbulnya ruam, pusing, meningkatnya risiko infeksi, anemia, penggumpalan darah, memar, perdarahan, mati rasa, atau kesemutan pada tangan dan kaki. Thalomide tidak disarankan bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir.

-Kemoterapi
Obat-obatan kemoterapi dapat berbentuk pil atau diberikan memalui infus. Obat-obatan ini dapat membunuh sel kanker myeloma yang berlipat ganda dengan cepat. Pemberian obat kemoterapi berdosis tinggi biasanya dilakukan sebelum prosedur transplantasi stem cell dimulai.
Efek samping dapat berupa mual, muntah-muntah, meningkatnya risiko infeksi, atau mengalami rambut rontok.

Kortikosteroid.
Pengobatan ini mengatur sistem kekebalan tubuh agar tidak terjadi inflamasi di dalam tubuh. Pengobatan steroid juga berguna untuk melawan sel myeloma. Jenis kortikosteroid yang umum digunakan adalah prednisone dan dexamethasone.
Efek samping dapat berupa bertambahnya nafsu makan, perubahan mood, nyeri ulu hati (dirasakan setelah makan), susah tertidur, dan gangguan pencernaan.

-Transplantasi stem cell.
Pada prosedur ini, tulang sumsum yang terjangkit sel kanker digantikan dengan tulang sumsum baru. Sebelumnya, tulang sumsum dibersihkan dari sel kanker melalui kemoterapi. Tulang sumsum yang sehat kemudian dimasukkan ke tubuh dengan tujuan pembentukan tulang sumsum baru di dalam tulang.

-Terapi radiasi
Terapi X-ray digunakan untuk menghancurkan sel kanker serta menghentikan pertumbuhan sel myeloma abnormal yang memicu timbulnya tumor penyebab rasa sakit dan kerusakan pada tulang.

Perawatan itu sendiri memiliki beberapa kondisi persyaratan sebelum prosedur dijalankan. Selain usia dan kondisi kesehatan pasien, kombinasi perawatan juga harus disesuaikan dengan seberapa besar risiko perkembangan penyakit. Pasien berusia lebih tua atau pasien yang memiliki kondisi badan tidak fit umumnya mendapatkan obat kemoterapi dengan dosis rendah.

Kombinasi perawatan yang kambuh umumnya sama dengan perawatan awal, namun dokter juga bisa menambahkan obat-obatan atau terapi lain. Dokter mungkin akan menawarkan pasien untuk berpartisipasi dalam uji klinis ini sebagai bagian dari perawatan. Perlu diketahui bahwa tidak ada jaminan bahwa uji klinis yang Anda terima akan lebih efektif dibandingkan perawatan yang sudah ada.

Pengobatan kanker multiple myeloma dengan herbal

Multiple Myeloma

Siapa yang tak kenal buah manggis yang enak dan segar, namun anda pasti tidak terpikir kalau manggis tidak hanya memiliki buahnya saja yang segar, siapa sangka kalau kulit manggis juga kaya akan khasiatnya. Buah manggis kaya akan vitamin B1, B2 dan C, serta kalsium, potassium, sodiumdan zat besi. Manggis juga mengandung XANTHONE, mangostin, garsinon, flavonoid, epicatechin, spingomyolinase dan gartanin. Dalam kulit buahnya, kandungan XANTHONE yang tertinggi, yaitu 40 persen. Dengan kandungan XANTHONE yang tinggi(123,97 mg/ml), dalam kulit buah manggis yang mana dapat membunuh penyakit dan memperbaiki sel yang telah rusak serta melindungi sel-sel di dalam tubuh. XANTHONE adalah substansi kimia alami, yang tergolong senyawa polyhenolic yang dapat digunakan sebagai zat untuk mengatasi berbagai penyakit. XANTHONE memiliki manfaat sebagai pengobatan untuk penyakit jantung, aterosklorosis (plak di pembuluh darah), hipertensi dan trombosis.

Sirsak (Annona Muricata L) selain memiliki buah yang segar dan menyehatkan tubuh, ternyata memiliki daun yang dapat menjadi obat untuk penyembuhan penyakit kanker. Hasil dari penelitian secara ilmiah daun sirsak mengandung anopentosin A, anopentosin B, Anopentosin C, murikatosin acetoginin A, murikatosin B, murikapentosin, anomurisin E. Acetogenins di dalam sirsak inilah yang mampu melawan lebih dari 12 macam kanker diantaranya kanker paru-paru, kanker usus besar dan yang lainnya tanpa mengganggu sel-sel dalam tubuh manusia.

Beberapa peneliti mengakui jika kulit manggis dan daun serta buah sirsak memberikan efek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri, antijamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stres, dan menormalkan kembali sistem syaraf yang kurang baik. Kulit manggis serta daun sirsak juga berfungsi membunuh segala sel-sel kanker yang ada dalam tubuh.